Mengenal Batu Mulia

Friday, 8 March 2013

0
Sejarah Kota Subang

Wajah Indonesiaku : Wisata
Museum Wisma Karya Subang
Tak banyak orang yang tahu catatan sejarah hari lahir kota Subang. Padahal, tepat di pusat kota ini, di titik paling strategis di kota ini, hal itu dapat ditelusuri. Dalam sebuah ruangan di gedung bersejarah itu, foto Danta Ganda Wikarma Bupati Karawang Timur (Subang) terpajang di pojok dinding yang dikuti deretan foto potrait lainnya, pertanda beliaulah yang menjadi yang pertama. Beliau adalah pejabat Bupati Subang yang pertama, yang mulai menjabat sejak tanggal 5 April 1948. Tanggal itulah yang kemudian dijadikan penanda hari lahir kota ini. Itu hanyalah sepenggal sejarah yang dapat kita ketahui dalam ruangan ini, selain itu ruangan sederhana ini bisa menguraikan kehidupan Subang dari zaman ke zaman yang bisa menjelaskan apa dan bagaimana Subang tempo dulu. Ruangan itu adalah sebuah museum.

Tak banyak orang yang tahu kalau Subang ternyata memiliki sebuah museum. Meskipun mini tetapi museum ini memiliki koleksi yang cukup “lengkap”. Artinya meskipun koleksinya tidak terlalu banyak, akan tetapi kita bisa menelusuri jejak sejarah di Kabupaten Subang mulai dari zaman pra sejarah sampai zaman pasca kemerdekaan melalui koleksi yang ada.
TITIN FATIMAH MAESTRO SINDEN SUBANG

Adalah gedung Wisma Karya, gedung tua yang menjadi ikon kota Subang itu, di salah satu ruangannya kini di gunakan sebagai museum. Sebenarnya beberapa bulan yang lalu plang museum daerah ini masih terpampang di samping kiri museum ini meskipun agak terhalang rimbun pepohonan, tapi entah kenapa sekarang plang penanda museum itu sudah dicabut. Karenanya tidak mengherankan jika jumlah pengunjung museum ini pun dapat dihitung dengan jari. Sebagian besar warga Subang hanya tahu kalau Wisma Karya selain tempat nongkrongnya anak – anak muda, paling hanya digunakan untuk acara – acara tertentu, dari acara musik sampai hajatan warga, padahal ternyata gedung ini memiliki fungsi lebih dari itu. Di dalam ruang pamer museum, tepatnya di sisi barat gedung Wisma Karya berbagai koleksi di tata apik dalam beberapa etalase. Subang zaman purba dapat di telusuri dari koleksi fosil hewan dan kayu zaman purba yang di simpan dalam 2 etalase. Diantaranya terdapat fosil kepala kijang purba, fosil kerang purba, fosil kayu purba, dan lain –lain. Kehidupan manusia zaman pra sejarah di Kabupaten Subang juga dapat di telusuri disini. Pada beberapa etalase ditata peralatan yang digunakan manusia pra sejarah yang di temukan di kabupaten Subang, diantaranya adalah peninggalan pada masa perundagian atau masa dimana manusia mulai bisa mengolah logam, yaitu dengan ditemukannya berbagai jenis kapak, seperti kapak sepatu, kapak corong dan candrasa hasil temuan dari daerah Binong. Selain itu bejana perunggu yang terbesar yang pernah di temukan di Indonesia juga terdapat disini, bejana yang biasa digunakan untuk upacara penyembahan nenek moyang ini di temukan di daerah Sagalaherang.

Penemuan Zaman Pra sejarah
Sejak zaman dahulu ternyata wilayah Subang sudah menjalin hubungan dengan dunia luar, hal ini tampak dengan ditemukannya berbagai perhiasan dan peralatan yang berasal dari luar negeri, seperti beragam keramik dari China dan Thailand. Penyebaran agama Hindu – Budha di Subang dapat ditelusuri dari berbagai peninggalan seperti patung nandi (lembu) hasil temuan di Cipancar, Sagalaherang, patung Dewa Siwa (Maitreya) yang ditemukan di Patok Beusi dan berbagai peralatan dari logam / kuningan yang biasanya digunakan pada masa Hindu – Budha.

Peninggalan Hindu-budha


Bukti penyebaran Islam di Kabupaten Subang juga terdapat disini. Museum ini memiliki koleksi Alqur’an dari kulit binatang yang di temukan di daerah Cipunagara dan berbagai keris yang digunakan oleh para penyebar Islam di wilayah Subang saat itu.

Keris Wali songo

Al-Qur'an kuno
Peninggalan masa penjajahan di Kabupaten Subang disimpan dalam beberapa etalase disini. Dalam sebuah etalase, dipajang berbagi senjata yang di gunakan oleh para penjajah saat itu, seperti pistol kuno, pedang VOC, bedil dorlok, keris dan lainnya. Disampingnya terdapat etalase yang memajang berbagai peralatan elektronik kuno yang di gunakan saat itu seperti telepon dan radio kuno. Disampingnya lagi terdapat etalase yang memajang perlengkapan yang digunakan oleh demang yang ada di Subang. Terdapat pakaian, ikat kepala, tongkat dan senjata yang digunakan oleh demang pada masanya yang di pajang di etalase ini. Peralatan rumah tangga yang digunakan oleh para penjajah juga di pajangkan. Dari mulai peralatan makan, botol – botol kuno hingga stick golf yang digunakan oleh para meneer zaman itu, ditata apik dalam sebuah etalase.

peninggalan jaman Belanda
Senjata peninggalan Penjajah
Dalam etalase lain terdapat berbagai jenis mata uang kuno yang pernah digunakan di Kabupaten Subang. Di dinding museum terpampang foto-foto bupati Subang terdahulu, dimulai dari foto Danta Wikarma yang merupakan bupati pertama Subang (Karawang Timur), di sisi lain tampak lukisan Wilayah Subang zaman dulu.


Lukisan Subang tempo dulu
Patung perunggu PW Hofland buatan tahun 1878 menjadi koleksi utama museum ini, patung “pemilik” Subang pada zamannya itu, bersanding dengan patung seorang perempuan yang di bawah kakinya tertera tahun pembuatannya 1875. Sekitar tahun 1833 PW Hofland dikenal sebagai saudagar kopi, hingga berhasil membuat kontrak perdagangan dengan pemerintah Hindia Belanda.

Patung PW Hofland
Sekitar tahun 1840 Hofland menjadi salah satu pemilik tanah P & T Lands. Pada tahun 1858 seluruh tanah partikelir P & T Lands menjadi miliknya. Kemudian pemerintah Hindia Belanda memberikan kekuasaan untuk mengankat pejabat pemerintah partikelir yang di sebut Demang pada tanggal 18 Agustus 1858. Dengan demikian Subang di bagi menjadi 8 Kademangan saat itu, yaitu kademangan Batu Sirap (Cisalak), Ciherang (Wanareja), Sagalaherang, Pagaden, Pamanukan, Ciasem, Malang (Purwadadi) dan Kalijati. Dalam upaya untuk mengeklusifkan diri di tanah jajahan, Hofland kemudian mendirikan gedung yang diberinama Societiet (Wisma Karya sekarang). Sekitar tahun 1929 gedung ini direnovasi dan diresmikan oleh Mrs. W.H. Daukes. Awalnya gedung ini didirikan sebagai tempat bersosialisasi para pejabat P & T Lands, tempat pertunjukan, tempat bilyard, bowling dan golf. Dan tak jauh beda dengan masa lalu, saat ini gedung ini digunakan untuk beragam fungsi, mulai dari tempat pertunjukkan, tempat berkumpulnya berbagai komunitas / hobies, ruang kantor, hajatan dan juga menjadi tempat favorit untuk “mojok” para abege.(budiana)
Sumber : Kotasubang.com
Monday, 4 March 2013

0
ESTAFET KEPEMIMPINAN PARA KHILAFATUN NUBUWWAH



Masa kekhilafahan kaum Muslim di awali dengan kepemimpinan Khulafaur Rasyidin yang berlangsung selama kurang lebih 30 tahun. Pada periode ini, kaum Muslim telah meraih masa keemasan, khususnya pada masa Kekhilafahan Abu Bakar ash-Shiddiq hingga separuh dari masa kepemimpinan Utsman bin Affan. Khalifah terakhir pada periode ini adalah Hasan bin ‘Ali, cucu Rasulullah saw.

632 M – Masih dalam tahun yang sama, Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq dibai’at menjadi Khalifah (pengganti Nabi), para sahabat membai’at beliau. Kemudian meneruskan misi sahabat Usamah bin Zayd memimpin ekspedisi ke Syiria. Memerangi golongan Murtad dan suku Arab yang enggan membayar zakat.

633 M – Terjadi perang Yamamah ; Islam berjaya membebaskan selatan Syiria. Penaklukan al-Hirah di Iraq oleh Khalid bin Walid. Mulai dilakukan pengumpulan al-Qur’an yang diketuai oleh Zayd bin Tsabit.

634 M – Terjadi peperangan Ajnadin di Palestina. Khalifah Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq wafat. Sayyidina Umar bin Khatthab dibai’at menjadi Khalifah.

635 M – Ekspansi pertama Kekhilafahan Umar bin Khatthab ke ibukota Syiria dan Damsyik

636 M – Barah dan Balabak akhirnya di bebaskan. Damsyik dan Hims dibebaskan.

637 M – Syiria dan Jordan dibebaskan. Terjadi peperangan Yarmuk yang dipimpin oleh Khalid bin Walid melawan Byzantium. Bandar al-Kufah di bangun.

638 M – Iraq dibebaskan oleh Islam. Terjadinya perang al-Qadisiah (sebuah kota didekat Hirah, Iraq) yang akhirnya takluk ditangan Islam. Jerusalem dibebaskan secara damai. Dari sana, futuhat berlanjut ke Ibukota Persia, yaitu Al-Madain. Terjadi peperangan Jalula’ dan Parsi jatuh ketangan Islam dan banyak lagi kota-kota di Syiria yang dibebaskan.

639 M – Proses penyusunan calendar Hijriyah. Para sahabat menetapkan permulaannya berdasarkan peritiwa yang paling penting dalam sejarah Islam yaitu hijrahnya Nabi dari Mekkah ke Madinah untuk mendirikan Darul Muhajirin (darul Islam).

640 M – Kawasan di Iraq dan Syiria yang masih tersisa dibebaskan.

641 M – Qaysariyyah dibebaskan. Ibukota Mesir yaitu Iskandaria akhirnya takluk. Mousul dapat dikuasai tentara kaum Muslimin.

642 M – Kaum Yahudi berpindah dari negari Arab ke Syiria.

643 M – Dinasti Persia runtuh dan Iran di bebaskan. Terjadinya perang Nawahand.

644 M – Bertepatan dengan 23 Hijriyah. Tripoli (Libya) dibebaskan. Azerbaijan, Hamazan, Asfahan dibebaskan. Khalifah Sayyidina Umar bin Khattab wafat karena di bunuh oleh salah seorang Majusi. Sayyidina Utsman bin ‘Affan dibai’at menjadi Khalifah.

645 M – Seruan ke Afrika Utara. Cyprus akhirnya takluk.

646 M – Seruan menentang Byzantium.

647 M – Tentara angkatan laut Islam dikembangkan dan dipimpin oleh Mu’awiyah bin Abi Sufyan. Terjadi peperangan dahsyat di laut menentang angkatan laut Byzantium. Pemerintahan Persia Sassanid berhasil di tumpas.

648 M – Terjadi pemberontakan (bughat) terhadap Kekhilafahan Sayyidina Utsman bin ‘Affan. Syapur dibebaskan dan Tripolitania juga dibebaskan.

652 M – Khurasan dan Naisapur di bebaskan.

653 M – Khalifah Utsman bin ‘Affan di bunuh, bertepan dengan tahun 35 H. Beliau berhasil merebut Armenia, Tunisia, Cyprus, Rhodes, dan bagian yang tersisa dari Persia, Transoxania dan Tabaristan. Sayyidina ‘Ali bin Abi Thalib dibai’at menjadi Khalifah.

657 M – Khalifah ‘Ali bin Abi Thalib memindahkan pusat Kekhilafahan dari Madinah ke Kufah.

658 M – Terjadinya perang Jamal ; peperangan antara Amirul Mukminin dan penentangnya.

659 M – Perang Shiffin ; peperangan antara Khalifah ‘Ali dan penentangnya yaitu Mu’awiyyah. Khalifah ‘Ali bin Abi Thalib kembali menguasai Hijaz dan Yaman dari Mu’awiyah.

*Pasa masa ini hidup ulama yang sangat terkenal yaitu Imam Hasan al-Bashriy (643 – 732 M)

661 M – Khalifah ‘Ali bin Abi Thalib wafat dibunuh oleh kalangan Khawarij. Beliau 6 tahun menjadi Khalifah. Sayyidina Hasan bin ‘Ali dibai’at menjadi Khalifah, hanya sekitar enam bulan beberapa hari. Pada tahun 41 H, beliau mengundurkan diri dari jabatan khalifah. Selanjutnya pemerintahan di limpahkan ke Mu’awiyyah (gubernur Damaskus).

Peristiwa penyerahan kekuasaan kepada Mu’awiyah ini dikenal dengan ‘Amul Jamaah, yang mana Khalifah Hasan bin ‘Ali menyatakan mundur dari jabatannya pada 25 Rabiul Awwal 41 H.Berakhirnya Kekhilafahan Hasan bin ‘Ali maka berakhirlah Khilafah an-Nubuwwah. Khilafah an-Nubuwwah yaitu Khilafah yang berjalan diatas thariqah kenabian. Sehingga, genaplah apa yang disabdakan Rasulullah bahwa Khilafah Nubuwwah adalah 30 tahun, dan 30 tahun itu adalah masa Khalifah Abu Bakar, Khalifah Umar bin Khaththab, Khalifah Utsaman bin ‘Affan, Khalifah ‘Ali bin Abi Thalib serta masa Khalifah Hasan bin ‘Ali.

أخبرنا أحمد بن سليمان قال أنا يزيد قال أنا العوام قال حدثني سعيد بن جهمان عن سفينة مولى
رسول الله صلى الله عليه و سلم قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم الخلافة في أمتي
ثلاثون سنة ثم ملكا بعد ذلك قال فحسبنا فوجدنا أبا بكر وعمر وعثمان وعليا

“al-Khilafah an-Nubuwwah yang ada pada umatku adalah 30 tahun kemudian setelahnya masa kerajaan”Al-Imam al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalaniy didalam kitab yang sudah masyhur yaitu Fathul Bariy syarah Shahih Bukhari (14/479) memberikan komentar,

لِحَدِيثِ الْخِلَافَة بَعْدِي ثَلَاثُونَ سَنَة لِأَنَّ الْمُرَاد بِهِ خِلَافَة النُّبُوَّة وَأَمَّا مُعَاوِيَة وَمَنْ بَعْده فَكَانَ أَكْثَرُهُمْ
عَلَى طَرِيقَة الْمُلُوك وَلَوْ سُمُّوا خُلَفَاء ، وَاَللَّه أَعْلَمُ

“berdasarkan hadits (al-Khilafah ba’diy tsalatsuna sanah), sebab sesungguhnya yang dimaksud dengan hadits tersebut adalah Khilafah Nubuwwah (Khilafah yang berjalan diatas metode kenabian), adapun Mu’awiyah serta penguasa-penguasa setelahnya yang jumlah mereka sangat banyak berjalan diatas thariqah (tabi’at) al-muluk (raja-raja) walaupun semuanya dinamakan sebagai Khalifah. Wallahu a’lam.“

http://ldkummiunikom.blogspot.com/2012/03/estafet-kepemimpinan-para-khilafatun.html


Wednesday, 9 January 2013

1
MISTERI PRABU SILIWANGI DAN PELABUHAN KARAWANG


Hilangnya Parabu Siliwangi beserta kerajaanya sampai saat ini masih menjadi misteri yang belum terpecahkan sehingga banyak beredar cerita-cerita Moksanya Prabu Siliwangi.

Setelah Pernikahan Raden Pamanah Rasa dengan Nyi Subang Larang, Syekh Quro atau Syekh Hasanudin menitipkan Pesantrennya kepada salah seorang murid yang dipercaya untuk meneruskan menyebarkan Agama Islam di Karawang yaitu Syekh Abdurahman.

Adapun Syekh Abdurahman merupakan keturanan dari generasi ke 17 setelah Rasullah SAW seperti di tunjukkan di gambar berikut

SILSILAH PENYEBAR ISLAM DI KARAWANG


Sementara itu Syekh Hasanudin melakukan pengembaraanya dan sempat singgah di wilayah Lemah Abangm Wadas kabupaten Karawang untuk menyebarkan Islam disana dan saat ini terdapat maqam (jejak) kehadiran Syekh Hasanudin disana, yang disebut sebagai Maqam Syekh Quro Karawang.

Syekh Abdurahman menunaikan tugasnya dengan baik dan mengembangkan pesantren Quro lebih besar lagi sehingga pada saat itu terdapat pelabuhan yang amat ramai di daerah Bunut Kertayasa.

BUKTI SEJARAH


Adapun bukti bukti yang menguatkan adanya pelabuhan karawang di Kampung Bunut Kelurahan Karawang Kulon yaitu ditemukannya kapak batu Neolit, beberapa keping uang VOC dari tembaga dan uang Gulden dari bahan prak, pecahan-pecahan porselen dari Tiongkok dan sebuah makam Embah Dalem yang tidak lain adalah wakil raja yang memerintah di suatu wilayah (penguasa setempat).

MAKAM EMBAH DALEM


Sementara itu Syekh Abdurahman meninggal di pesanteran Quro dan sekarang makamnya terletak di Belakang Masjid Agung Karawang dan sering dikunjungi oleh  para peziarah.

TIANG MESJID AGUNG KARAWANG


Misteri Hilangnya Prabu Siliwangi

Diceritakan Raden Pamanah Rasa menikah dengan Nyi Subang Larang dan Dari hasil perkawianan ini dikaruniai tiga orang Anak, yaitu : raden Walangsungsang, Nyi Mas Rarar Santang dan Raden Kean Santang.
Dalam versi Babad Tanah Sunda / Babad Cirebon ketika Raden Pamanah Rasa Naik Tahta dengan gelar Prabu Siliwangi dan memerintah Pajajaran kala itu ia dihasut oleh Ki Buyut Talibrata untuk tidak tunduk pada Cirebon yang kala itu di pimpin oleh cucu Prabu Siliwangi Syarif Hidayatullah.
Kala itu Syarif Hidayatullah menyerukan kepada sebagaian penduduk Padjajaran untuk memeluk agama Islam, menghadapi seruan ini Prabu Siliwangi menuruti kata-kata Ki Buyut Talibrata yang menyatakan lebih baik “Ngahyang” atau menghilang (moksa) dari Bumi.
Seketika itu juga ketika dalam pengejaran Syarif Hidayatullah Istana Kerajaan Padjajaran menurut cerita berubah menjadi hutan belukar. Sang Prabu dan segenap rakyatnya hilang seperti ditelan bumi dan kerajaan Padjajaran hilang pada tahun 1482 Masehi.







Friday, 21 December 2012

Mie adalah makanan yang sudah mendarah daging di dalam masyarakat. Siapa yang tak kenal mie..? Namun, banyak orang yang mengatakan bahwa mie tidak memiliki cukup kandungan gizi. Sebenarnya, hal penting yang harus diingat adalah makanan yang dikonsumsi sebaiknya mengikuti pola makan seimbang, yakni komposisi karbohidrat 60 -68 persen, protein 12-15 persen, lemak 20-25 persen, dan serat 10-15 gram. Selain itu, porsi sarapan juga minimal mencapai 20 persen hingga 25 persen dari total jatah kalori selama satu hari. Tubuh kita sangat membutuhkan zat gizi yang terdiri atas karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, air, dan zat makanan nongizi.

Merek Mie SalJu adalah singkatan dari Mie Spesial Keju. Tahun 2012, berawal dari sebuah ide untuk mengembangkan usaha kuliner, kami memilih berbisnis Mie yang notabene adalah makanan yang sangat merakyat, sederhana, dan sangat “rumahan” serta pasarnya yang sudah sangat luas dan sudah dikenal diseluruh Indonesia dan mancanegara. Dengan mengusung “Spesial Keju”, kami sengaja mewadahi mereka para pecinta kuliner keju. Bukan tanpa kendala untuk terjun ke dalam bisnis ini, yaitu bagaimana menjadikan Mie, yang sangat banyak beredar di pasaran saat ini, menjadi sebuah sajian yang spesial, istimewa, dan berkelas, tapi tetap merakyat dengan harga yang sangat bersahabat masyarakat. Dari situlah kami merasa tertantang untuk menjalankan bisnis ini.

Nikmatnya sampai ke Hati adalah motto yang dipegang oleh MIE SalJu, pelayanan dan kualitas menjadi fokus kami dengan tidak melupakan faktor estetika. Dengan bangga mengangkat sisi kreatif keahlian kami dalam hal makanan untuk memperkenalkan berbagai sajian baru agar terus menarik bagi para pelanggan. Kami telah memiliki beragam sajian menu Mie SalJu. Kualitas menjadi perhatian kami, ketika kami menggabungkan sajian yang special, lezat, segar, sehat, dan bergizi dalam tatanan yang sederhana dengan harga yang sangat terjangkau. Dengan bangga kami mengundang anda untuk menjelajahi berbagai menu Spesial di MIE SalJu.


VISI MIE SalJU

Menjadikan Mie SalJu sebagai usaha warung makan dengan konsep yang berbeda, sederhana, namun bisa sekelas dengan rumah makan besar dan harga bersaing. 

MISI MIE SalJu
- Memperkenalkan suatu bisnis dengan berbagai macam menu olahan mie yang berbeda dengan tempat-tempat lainnya.
- Menjadi rumah makan yang nyaman dan gaul.



Saturday, 25 August 2012

0
7 Teknologi Tinggi Indonesia Zaman Dulu

Nenek moyang Indonesia ternyata sudah memiliki teknologi yang tinggi, sayangnya kita sebagai generasi penerus banyak yang tidak menyadari hal ini. Ironisnya orang luar bahkan lebih tahu banyak. Kali ini Wajah Indonesiaku akan mengupas 7 Teknologi Tinggi Indonesia Zaman dulu. selamat membaca....


1. Borobudur : Merupakan teknologi tinggi di bidang Arsitektur

Teknologi Arsitektur
Borobudur dibangun sekitar 824 masehi pada zaman kerajaan Mataram dimana yang menjadi Raja adalah Samaratungga dari dinasti syaelendra.

Bayangkan dengan teknologi alat berat yang bisa dibilang belum canggih seperti sekarang nenek moyang dapat membangun candi dari tumpukan bebatuan yang tidak memerlukan perekat (semen) ataupun paku bumi untuk menopang pondasinya. Bahkan mereka sudah bisa merancang agar batu yang satu dengan yang lain bisa saling mengikat meskipun tanpa semen ataupun besi, sungguh luar biasa. Bahkan dengan kecanggihan teknologi sekarang sulit untuk menandingi kemegahan candi Borobudur yang mengadopsi konsep Fraktal. Fraktal adalah bentuk geometris yang memiliki elemen-elemen yang mirip bentuknya secara keseluruhan.

Borobudur sendiri merupakan stupa raksasa yang terdiri dari susunan stupa stupa kecil. sungguh luar biasa.

2. Kapal Jung Jawa : Merupakan Teknologi Tinggi Perkapalan (Maritim)

Teknologi tinggi di bidang Maritim
Jauh sebelum Cheng Ho dan Colombus nenek moyang Nusantara sudah mengarungi samudra sepertiga bola dunia. Meskipun orang Cina sejak 500 tahun sebelum Masehi sudah mengembangkan beragam jenis kapal dengan berbagai ukuran hingga abad VII, namun sangan kecil peranannya dalam pelayaran laut lepas.

Dalam catatan perjalanan spiritual I-Tsing (671-695 M), dari Kanton menuju Nalanda di India selatan, disebutkan bahwa ia menggunakan kapal Sriwijaya.Negeri dimana saat itu menguasai lalulintas laut selatan.

Pelaut Portugis yang menjelajahi samudera pada pertengahan abad 16 bernama Diego De Couto dalam bukunya yang berjudul Da Asia terbit tahun 1645 menyebutkan bahwa orang Jawa telah lebih dulu sampai ke Tanjung Harapan, Afrika dan Madagaskar.

Pada awal abad 16 ia mendapati penduduk Tanjung Harapan berkulit cokelat dan mengaku dari Jawa.kata Couto seperti dikutip Anthony Reid dalam bukunya Sejarah Modern Awal Asia Tenggara.

Berdasarkan Relief kapal di candi Borobudur nenek moyang Indonesia telah menguasai teknik pembuatan kapal. Kapal Borobudur memainkan peranan penting selama ratusan tahun sebelum abad 13.

Awal abad 8 kapal Borobudur muali degeser oleh kapal Jung Jawa, dengan menggunakan tiga atau empat layar sebagai Jung. Kata Jung pertama kali dipergunakan dalam perjalanan biksu Odrico Jurnal, jonhan De Marignolli dan Ibn Battuta yang berlayar ke Nusantara awal abad ke 14.

Mereka memuji kehebatan kapal raksasa Jawa yang menguasai laut Asia Tenggara. Pembuatan Jung seluruh badan kapal tanpa menggunakan paku. Luar biasa.!!

Disebutkan Jung Nusantara memiliki empat tiang layar, terdiri dari empat lapis papan yang mampu menahan gempuran meriam Portugis. Bobotnya berkisar 600 ton melebihi bobot kapal perang Portugis. Bobot kapal terberat dari kerajaan Demak hingga mencapai 1000 ton, yang digunakan untuk mengangkut pasukan Nusantara dalam rangka menyerang armada Portugis di Malaka pada tahun 1513.
bersambung...... sabar ya masih banyak hal yang bisa di banggakan dari nenek moyang kita ..


3. Keris : Bukti Teknologi Pengolahan Logam

Keris


Teknologi logam sudah lama berkembang sejak awal masehi di Nusantara. para mpu sudah mengenal berbagai kualitas kekerasan logam. Keris memiliki penempaan besi yang luar biasa untuk ukuran masyarakat masa itu.

Keris dibuat dengan penempaan bukan dicor. Teknik penempaan disertai pelipatan mempunyai berguna untuk mencari kemurnian besi, dimana saat itu materi besi masih komposit dengan materi-materi lainya.

Besi yang mulanya berupa lembaran dilipat-lipat hingga ribuan kali lipatan. Proses pembuatan Keris sangat unik, menarik dan sulit. Teknik ini disebut teknik tempa Tosan Aji (Tosan = besi, Aji Berharga).

Pemilihan batu meteorit yang mengandung unsur titanium,sebagai bahan Keris, merupakan penemuan nenek moyang Indonesia yang mengagumkan.Titanium dikenal sebagai bahan untuk membuat Keris yang terbaik karena sifatnya yang ringan namun sangat kuat.

Kesulitan membuat Keris dari Titanium adalah titik lebur yang tinggi hingga mencapai 6000 derajat celcius. Titanium ternyata memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan logam lain. keunggulanya antara lain, keras, kuat, ringan, tahan panas dan tahan karat.

Unsur logam titanium baru ditemukan sebagai unsur murni  sekitar tahun 1940. Zaman modern sekarang ini Titanium digunakan untuk bahan Pelapis hidung pesawat luar angkasa, ujung Rocket dan peluru kendali antar benua.

4. Benteng Keraton Buton : Arsitektur untuk benteng pertahanan.

Benteng Keraton Buton


Benteng Keraton Buton terletak di Buton, Sulawesi Tenggara di bukit seluas 20.7 hektar. Benteng ini bekas ibukota Kesultanan Buton yang memiliki Arsitektur yang cukup unik yang terbuat dari batu kapur.

Benteng ini berbentuk lingkaran yang memiliki keliling lingkaran 2.740 meter.Memiliki 12 pintu gerbang dan 16 pos jaga yang dalam bahasa setempat disebut Balubara. Tiap pintu gerbang dan Balura di kawal 4-6 meriam. Jumlah Meriam seluruhnya 52 buah.

Letaknya yang tinggi karena diatas bukit serta lereng bukit yang terjang merupakan pertahanan terbaik di Zamanya. ini membuktikan kehebatan Arsitek Nusantara saat itu.


0
CANGGIHNYA TEKNOLOGI INDONESIA DULU

Dahulu nenek moyang kita sudah banyak menemukan penemuan yang terbilang canggih. Tetapi sayang banyak orang Indonesia yang tidak menyadari. kali ini Wajah indonesiaku akan mengupas tentang teknologi Indonesia Zaman dulu. Semoga bangsa lebih percaya diri dan lebih mencintai karya negri sendiri sehingga akan melahirkan karya-karya baru. selamat membaca....


1. Borobudur - teknologi Arsitektur

Borobudur bukti arsitektur yang tinggi

1. Borobudur : Teknologi Arsitektur yang tinggi

Borobudur adalah candi yang diperkirakan mulai dibangun sekitar 824 M oleh Raja Mataram bernama Samaratungga dari wangsa Syailendra. Borobudur merupakan bangunan candi yang sangat megah.

Tidak dapat dibayangkan bagaimana nenek moyang kita membangun Borobudur yang demikian berat dapat berdiri kokoh dengan tanpa perlu memakukan ratusan paku bumi untuk mengokohkan pondasinya, tak terbayangkan pula bagaimana batu-batu yang membentuk Borobudur itu dibentuk dan diangkut ke area pembangunan di atas bukit.

Bahkan dengan kecanggihan yang ada pada masa kini, sulit membangun sebuah candi yang mampu menyamai candi Borobudur. Borobudur juga mengadopsi Konsep Fraktal.

Fraktal adalah bentuk geometris yang memiliki elemen-elemen yang mirip dengan bentuknya secara keseluruhan.

Candi Borobudur sendiri adalah stupa raksasa yang di dalamnya terdiri dari stupa-stupa lain yang lebih kecil. Terus hingga ketidakberhinggaan. Sungguh mengagumkan nenek moyang kita sudah memiliki pengetahuan seperti itu. Bangunan Candi Borobudur benar-benar bangunan yang luar biasa.


2. Kapal Jung Jawa - Teknologi kapal raksasa


Teknologi di bidang maritim
Jauh sebelum Cheng Ho dan Columbus, para penjelajah laut Nusantara sudah melintasi sepertiga bola dunia. Meskipun sejak 500 tahun sebelum Masehi orang-orang China sudah mengembangkan beragam jenis kapal dalam berbagai ukuran, hingga abad VII kecil sekali peran kapal China dalam pelayaran laut lepas.


Dalam catatan perjalanan keagamaan I-Tsing (671-695 M) dari Kanton ke Perguruan Nalanda di India Selatan disebutkan bahwa ia menggunakan kapal Sriwijaya, negeri yang ketika itu menguasai lalu lintas pelayaran di "Laut Selatan".



Pelaut Portugis yang menjelajahi samudera pada pertengahan abad ke-16 Diego de Couto dalam buku Da Asia, terbit tahun 1645 menyebutkan, orang Jawa lebih dulu berlayar sampai ke Tanjung Harapan, Afrika, dan Madagaskar.

Ia mendapati penduduk Tanjung Harapan awal abad ke-16 berkulit cokelat seperti orang Jawa. "Mereka mengaku keturunan Jawa," kata Couto, sebagaimana dikutip Anthony Reid dalam buku Sejarah Modern awal Asia Tenggara.


Berdasarkan relief kapal di Candi Borobudur membuktikan bahwa sejak dulu nenek moyang kita telah menguasai teknik pembuatan kapal. Kapal Borobudur telah memainkan peran utama dalam segala hal dalam bahasa Jawa pelayaran, selama ratusan ratus tahun sebelum abad ke-13.


Memasuki abad ke-8 awal, kapal Borobudur digeser oleh Jung besar Jawa, dengan tiga atau empat layar sebagai Jung. Kata "Jung" digunakan pertama kali dalam perjalanan biksu Odrico jurnal, Jonhan de Marignolli, dan Ibn Battuta berlayar ke Nusantara, awal abad ke-14.


Mereka memuji kehebatan kapal Jawa raksasa sebagai penguasa laut Asia Tenggara. Teknologi pembuatan Jung tak jauh berbeda dari konsep Borobudur, seluruh badan kapal dibangun tanpa menggunakan paku.


Disebutkan, Jung Nusantara memiliki empat tiang layar, terbuat dari papan berlapis empat serta mampu menahan tembakan meriam kapal-kapal Portugis.

Bobot jung rata-rata sekitar 600 ton, melebihi kapal perang Portugis. Jung terbesar dari Kerajaan Demak bobotnya mencapai 1.000 ton yang digunakan sebagai pengangkut pasukan Nusantara untuk menyerang armada Portugis di Malaka pada 1513. Bisa dikatakan, kapal Jung Nusantara ini disandingkan dengan kapal induk di era modern sekarang ini.
bersambung.....



Friday, 17 August 2012

0
ALUMNI RAMADHAN

CATATAN HARIAN

Ramadhan tingggal mengitung hari, Idul Fitri akan kita sambut, detik-detik penghujung Ramadhan mari kita renungi dan intropeksi diri. Selama bulan ramadhan begitu giat kita beribadah, baik maqdhah maupun ghoir maqdah.

Sebulan penuh begitu padat segala kegiatan yang dilaksanakan di bulan Ramadhan. Mulai malam hari hingga sore hari semua rangkaian kegiatan erat hubungannya dengan ibadah. Dini hari di mesjid, mushola dan surau terdengar alunan ayat suci al-Qur'an di selingi pujian sembari membangunkan yang terbuai dalam mimpi untuk segera beranjak dari tidur untuk melaksanakan saur. Menjelang subuh ramai - ramai pergi ke mesjid untuk melaksanakan shalat subuh dan dilanjutkan kuliah subuh. Siang harinya banyak mesjid melaksanakan kajian saat selesai shalat Dzuhur. Menjelang magrib banyak ceramah di tayangkan oleh media. malam harinya dilanjutkan shalat Isya dan Tarawih bahkan banyak pula yang tadarus al qur'an hingga larut malam.

Pertanyaan yang terbersit akankah semangat Ramadhan membekas dan menancap di hati kita ?
Akankah segala aktivitas di bulan Ramadhan kita bawa pada 11 bulan berikutnya ?

Jawabannya ada pada pribadi masing-masing. Jika kita renungi Bulan Raadhan adalah training dari Allah untuk orang beriman. saat training begitu semangat dan antusias. Tetapi ketika Ramadhan berlalu semua hilang   , Apakah training bulan Ramadhan berhasil ?
sebab keberhasilan sebuah training adalah ketika selesai training peserta training akan menerapkan hasil tainingnya ? Begitu juga Ramadhan, seseorang berhasil dalam training dibulan Ramadhan ketika semangat dan segala aktivitas serta disiplin selama bulan Ramadahn di terapkan pada 11 bulan berikutnya.

Marilah kita menjadi Alumni Ramadhan yang sesungguhnya, Alumni Ramadhan yang dapat menerapkan hasil training di 11 bulan berikutnya. ketika kita tidak bisa menerapkan hasil training di bulan ramadhan perlu kita tanya pada diri kita apakah puasa saya berhasil ? Apakah ibadah saya sukses ?
sebab sia-sialah ketika digembleng sebulan penuh saat Ramadhan ketika Ramadhan berlalu kita kembali maksiat, kembali korup kembali berdusta.

Mari kita terapkan makna Puasa Ramadhan di bulan berikutnya, ketika Ramadhan kita tidak makan walau lapar, tidak minum walau haus, kita jujur untuk melaksanakan puasa mari kita terapkan di kehidupoan sehari hari.

Mari kita menjadi alumni Ramadhan yang sukses, mari kita bawa makna puasa, mari kita bawa disiplin puasa mari kita menjadi alumni Ramadhan yang tangguh, disiplin, giat dan jujur. Karena semua ini merupakan indikator berhasil atau tidaknya puasa kita.

Mudah - mudahan Allah memberikan kemudahan dan kekuatan agar kita menjadi alumni Ramadhan  sukses
 AMIIIIN. 

Penulis dan Wajah indonesiaku Mengucapkan " HARI RAYA IDUL FITRI " Mohon Maaf  Lahir Batin.


Saturday, 2 June 2012

0
Gelar Habib dan Eksistensi keturunan Rasulullah

catatan harian
Gelar Habib dan Eksistensi Keturunan Rasulullah
Oleh : Ali Assegaff


Hai sobat kali ini saya akan mengangkat sekelumit mengenai Habib yang marak di Indonesia, hal ini saya angkat karena ada sekelompok orang yang tidak percaya bahwa orang yang bergelar Habib bukan Ahlul Bait ( keluarga Nabi). Bahkan lebih extreme lagi mereka menganggap Nabi Muhammad Hanya manusia biasa. Mudah - mudahan coretan ini akan membukakan mata hati mereka akan kenyataan yang ada Amiiiiin.
coretan ini saya kutip dari sebuah buku karya Ali Assegaf selamat menimba ilmu.






Kata Habib turunan dari kata Habba-Yahibbu-Hubban-Mahabbatan, yang bermakna mencintai. Habib sendiri bermakna orang yang dicintai atau kekasih. Kata yang identik untuk itu adalah wadda - ya waddu-waddan-mawaddan. Al-Qur’an memperkenalkannya melalui surah Asy – Syura ayat 23 yang berbunyi : “ katanlah ( hai Muhammad), sesungguhnya aku (Muhammad) tidak meminta upah atasnya (tugas risalah) selain kecintaan kepada Al – Qubra”. Mayoritas ahli tafsir sepakat bahwa Al – Qubra yang dimaksud dalam ayat tersebut keluarga keturunan Rasul berdasarkan riwayat Hadist yang berasal dari Ibnu Abbas bahwa ketika turun ayat Mawaddah, para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW tentang keluarga Rasulullah SAW yang Allah wajibkan mencintai mereka, Rasulullah menjawab bahwa mereka adalah Ali bin Abi Thalib, Fatimah Az Zahra dan kedua putrannya Hasan Husein.




Imana Bukhari menyinggung Hadist ini pada shahihnya, jilid kedua hal.264 bersanad Musaddad, dari Yahya binSyu’bah, dari Abdul Malik, dari Thawus, dari Ibnu Abbas. Demikian juga pakar Hadist seperti Ahmad bin Hambal, Thabrani, Al – Hakim maupun Dailamy. Dan ‘Kutubus – Sittah’ Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan An-Nasa’i memaparkan penjabaran Hadist – Hadist Al – Qubra dari Rasulullah sebagai penjelasan ayat Mawaddah. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa keturunan Hasan dan Husein termasuk dalam pengertian Al-Qubra.





Syaikul Ibnu Taimiyah dalam kitab “ Ahlul Bait wa huguguhum “ pada hal. 138 mengemukakan hadist riwayat Ibnu ‘Asakir yang berasal dari Anas bin Malik bahwa Rasullah SAW bersabda “ Janganlah seseorang diantara kalian berdiri dari tempat duduknya kecuali untuk menghormati Hasan dan Husein atau keturunan mereka berdua”. Bahkan Ibnu Hajar dalam kitabnya Shawa’igul Mugrigah hal. 105 menurunkan hadist yang berbunyi sebagai berikut : “ Wahai Manusia, sesungguhnya keutamaan, kemuliaan, kedudukan dan kepemimpinan adalah untuk Rasulullah dan keturunannya, maka janganlah kalian sampai hanyut oleh berbagai kebatilan”. Jelas sudah, bahwa kedua sumber Al-Qur’an dan Hadist, Allah dan Rasul-Nya menetapkan kewajiban cinta umat Muhammad kepada keturunan Rasulullah melalui Hasan dan Husein. Dan menjadi jelaslah bahwa gelar Habib bukan hasil rekayasa orang Jawa yang terpengaruh kepada kesesatan, tetapi hasil konklusi dari kitabulah dan sunah Rasul-Nya.





Kesimpulannya adalah bahwa gelar Habib hanya boleh diberikan kepada keturunan Hasan dan Husein sebagai konsekuensi ayat, dan tidak boleh diberikan kepada selain keturunan mereka berdua. Namun perlu ditegaskan disini bahwa mencintai Al-Qubra adalah wajib hukumnya, sedangkan gelar Habib hanyalah sunah hukumnya.



Keturunan Hasan dan Husein

Hasan bin Ali bin Abi Thalib memiliki beberapa orang istri : 
1. Kaulah binti Mandhur,
2. Ummu Ishaq binti Thahlah bin Utsman,
3. Ummu Zaid Khazrajiyah,
4. Ja’dah binti Asy’ats bin Qais (Ja’dah inilah yang meracuni Hasan atas perintah Mu’awiyah bin abu Sufyan). 




Hasan bin Abi Thalib menurunkan putera – putera :
1. Abdulah
2. Qasim
3. Hasan Mutsanna
4. Zaid
5. Umar
6. Abdurahman
7. Ahmad
8. Ismail
9. Husein
10. Aqil
11. Hamzah
12. Thalhah




Abdulah bin Hasan melanjutkan keturunan Hasan melalui enam puteranya :


1. Muhammad An – Nafs Az – Zakiyyah
2. Ibrahim
3. Idris
4. Musa
5. Sulaiman
6. Yahya
Semua ini dapat dibaca pada kitab ‘Syams Adh – Dhahirah’ karangan Allamah Sayyid Abdurahman bin Muhammad bin Husein Al Masyur.



Sedangkan Husein bin Ali bin Abi Thalib memiliki enam putera :


1. Ali Akbar
2. Ali Ashgar
3. Ali Ausath (Ali Zainal Abidin)
4. Ubaidillah
5. Muhammad
6. Jafar
Seluruh putera Husein Syahid bersama Husein di Karbala – Irak pada tahun 61 H, kecuali Ali Zainal Abidin yang selamat dari pembantaian biadab pasukan penguasa Yazid bin Muawiyah.




Ali zainal Abidin memiliki Putera :

1. Muhammad Al-Bagir
2. Abdullah Al-Bahir
3. Zaid
4. Umar Al-Asyraf
5. Ali
6. Husein Ashghar
7. Husein Akbar
8. Qasim
9. Hasan
10. Sulaiman
11. Abdurahman




Muhamad Al – Bagir mempunyai anak :


1. Ja’far Shadiq
2. Abdulah
3. Ibrahim
4. Zaid
5. Ali




Ja’far Shadiq mempunyai anak :


1. Abdulah
2. Abbas
3. Yahya
4. Muhsin
5. Muhammad Ashghar
6. Ismail
7. Muhammad Akbar
8. Ishak
9. Musa Al Khadim
10. Ali Ureidhi




Keturunan Musa Al Khadim tersebar di negara : Irak, Libanon dan Iran. Mereka menambahkan ‘Al - Musawi’ di belakang nama – nama mereka untuk menunjukan bahwa mereka keturunan Musa Al – Khadim.




Keturunan Ali Ureidhi tersebar di negara : Yaman, India, Pakistan, Bangladesh, Malaysia, dan Indonesia. Bermula dari hijrahnya seorang cucu Ali Ureidhi yang bernama Ahmad bin Isa bin Muhammad bin Ali Ureidhi dari Irak ke Yaman. Di Yaman Ahmad bin Isa mengembangkan keturunan yang sangat banyak, darinya munculah marga – marga :


1. Mauladawilah Asegaf
2. Alaydrus
3. Bin syekh Abubakar
4. Al Atas
5. Al Hamid
6. Al Muhdhar
7. Al Haddad
8. Al Habsyi
9. Al Jufri
10. Ba’abud
11. Ba’Agil
12. Al Munawar
13. Al Gadri
14. Fad’ag
15. Afiff
16. Al Kaf
17. Al Hinduan
18. Asy Syathiri
19. Basyeban
20. Bin Yahya
21. Bin Smith
22. Bin Thahir



Dan masih banyak lagi. Almarhum Buya Hamka mengakui eksistensi keturunan Rasulullah yang ada di Indonesia. Silahkan baca kata sambutan Hamka pada buku ‘Al Husein bin Ali bin Abi Thalib’ karya MHM Hamidy.



Pendiri madzhab Syafi’i yaitu imam Muhammad bin Idris Asy-Safi’i mengumandangkan syair beliau yang sangat terkenal di dunia islam sebagai berikut :

Wahai keluarga Rasulullah


Mencintai merupakan kewajiban yang ditetapkan Allah dalam Al 


Qur’an yang di turunkan – Nya


Cukup sudah ketinggian derajat kalian yaitu bahwa siapa saja 


tidak bersholawatkepada kalian tidak sah


shalatnya.


Karenanya mayoritas Ulama Salaf dan khalaf telah menunjukan kecintaan mereka yang mendalam terhadap keluarga keturunan Rasulullah SAW.





Derajat Manusia


Dalil Qur’anik-Sunnah yang selalu dijadikan senjata utama kelompok Al - Irsyad adalah Al - Qur’an surah Al - Hujarat ayat 13 “.... sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu adalah yang paling bertakwa”. Dan sabda nabi Muhammad SAW “ Kamu adalah sekalian berasal dari Adam dan Adam berasal dari tanah tidak ada kelebihan antara bangsa Arab dan bukan Arab kecuali dengan takwa”, sama sekali tidak menapikan ayat 33 surah Al Ahzab yang berbunyi : 


“......sesungguhnya Allah ingin menghilangkan noda kotoran dari kalian - Ahlul Bait dan mensucikan kalian sesuci - sucinya”.



Sebab, siapapun yang mempelajari ilmu - ilmu Al - Qur’an akan berpendapat bahwa dalam Al - qur’an terdapat kelompok ayat yang bersifat umum (seperti kandungan surah Al Hujarat ayat 13), dan ada kelompok ayat yang bersifat khusus (seperti surah As - Syura ayat 23, Al - Ahzab ayat 33). Bukankah Allah menamakan umat Muhammad ini sebagai umat terbaik melalui firman- Nya pada surah Al - Imran ayat 110, “ Kalian adalah sebaik - baik umat .......” Dan melalui bebrbagai sumber Hadist, Rasulullah SAW telah membeberkan keutamaan - keutamaan umat Muhammad dibandingkan dengan umat lainya. Umat yang lain tidak perlu iri hati sebab itu hak mutlak Allah SWT, dan dibalik pemberian keutamaan - keutamaan itu tentu ada hikmah yang terkandung didalamnya.


Dan Allah menegaskan hal tersebut melalui firman-Nya pada surah :


Ali Imran ayat 73, “Katakanlah (hai Muhammad) sesungguhya keutamaan itu berada dalam tangan Dia yang diberikan kepada siapa yang Allah kehendaki”. 


Surah An - Nisa ayat 53, “Apakah mereka iri hati terhadap sekelompokorang yang Allah berikan keutamaan kepadanya, sebab sebelumnya telah Kami berikan kepada keluarga Ibrahim As Al - Kitab dan Hikmah. Dan telah Kami berikan kepada mereka kekuasaan yang besar”.

Demikian juga surah 
Al - Baqarah ayat 253, Al - Isra ayat 55, Az - Zukhruf ayat 32, Al - An’am ayat 83 dan sebagainya.


Kenapa Allah menimpakan azab umum kepada umat - umat nabi Nuh, nabi Luth, Nabi shaleh dan yang lainya ?


Sedangkan umat nabi Muhammad SAW tidak demikian ? 


 Bukankah para pembuat dosa besar juga banyak dikalangan umat Nabi Muhammad ?



Nilai dan bobot taqwa seseorang tergantung pada sikapnya dalam mengamalkan seluruh ajaran/perintah Allah dan Rasul-Nya, termasuk perintah kewajiban mencintai keluarga Rasulullah. Jika hal ini disepelekan , maka orang tersebut tidak akan termasuk ke dalam kelompok orang-orang yang paling mulia. Sebab salah satu perintah Allah ditinggalkan. Dimana perintah tersebut merupakan hal yang vita, karena didalamnya terkandung permintaan Rasullulah kepada umatnya sebagai upah.


Bagaimana masih tidak yakin keturunan nabi Muhammad ada ?
Masih punya keyakinan Nabi Muhammad SAW manusia Biasa ?
saya heran jika mereka menganggap Nabi Muhammad manusia biasa, dan menuduh masyarakat yang mencintai dan mengagungkanya melakukan perbuatan maksiat atau bid'ah. Sementara mereka yang beranggapan Nabi Muhammad manusia biasa jika bertemu pejabat, ketua partainya atau presiden misalnya hormat, dan menganggap pejabat, ketua partai atau presiden berbeda dengan manusia lain. Ini Bisa dilihat dari cara penyambutan dan perlakuan mereka terhadap pejabat, ketua partai atau presiden. Kalau mereka konsisten harusnya penyambutan sama antara ketua partai dengan tukang ojek atau tukang becak, karena tukang ojeg dan presiden sama manusia biasa.




Mengapa mereka bisa beranggapan bahwa nabi manusia biasa ?
Sementara ketua partai dengan tukang ojeg mereka bedakan ?
Sementara presiden dianggap lebih di banding tukang becak ?


Mudah - mudahan Allah memberi hidayah Amiiin 
 
. | © 2010 by DheTemplate.com | Supported by Promotions And Coupons Shopping & WordPress Theme 2 Blog